KBRN, Banda Aceh : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh, kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Aceh. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis cuaca, BMKG mengeluarkan warning atau peringatan dini Senin dan Selasa (12-13/1/2026) untuk meminimalisir dampak negatif dari kondisi alam tersebut.
"Terpantau adanya sirkulasi siklonik di Perairan Barat Aceh yang memicu adanya konvergensi di wilayah Aceh. Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Pesisir Barat Aceh dapat meningkatkan penambahan massa uap air," ujar sebut Nasyithah Az-Zahra Lubis, Prakirawan BMKG dalam laporannya kepada RRI, Minggu (11/1/2026).
Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh. Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir untuk hari Senin yaitu wilayah Aceh Tengah dan Aceh Selatan, Sementara untuk hari Minggu, wilayah Gayo Lues dan Aceh Tenggara.
Untuk masyarakat diminta waspada potensi Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan lainnya akibat hujan lebat yang terus- menerus maupun dengan durasi lama.
Apabila melihat awan tebal hitam dan hujan mulai rintik rintik di daerah pegunungan maka masyarakat di sarankan utk meninggalkan daerah lerengan serta wilayah aliran sungai.
BMKG juga menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah yang rawan terjadi banjir dan tanah longsor, agar selalu waspada untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Cuaca ekstrem, seperti hujan deras dan angin kencang, dapat membawa dampak serius bagi kehidupan dan infrastruktur, oleh karena itu, penting untuk selalu siaga dan mempersiapkan diri saat cuaca buruk diperkirakan akan datang.